Text
Kristologi lintas budaya Batak, c.1-4
Pembahasan tentang Kristologi-Kesiapan hakikat Yesus Kristus secara ontologis memang selalu menatik dan selalu tidak selesai (unfinish task). Para bapa gereja telah memulai hal tersebut, dari konsili Nicea 325 dan konsili-konsili berikutnya. Setiap hasil konsili tidak pernah memberi jawaban akhir tentang kesiapaan Yesus Kristus, melainkan selalu membuka peluang untuk pembahasan selanjutnya. Hal itu terjadi karena para teolog tidak sama seperti pathologi ahli bedah yang dapat membedah, memilah-milah, dan mencari tahu hakikat Yesus Kristus.
| 240702535 | 261.295 BOA k.1 | Z. HANDIMAN | Available |
| 240702536 | 261.295 BOA k.2 | Z. HANDIMAN | Available |
| 240702537 | 261.295 BOA k.3 | Moriah Foundation | Available |
| 240702538 | 261.295 BOA k.4 | Moriah Foundation | Available |
No other version available