Text
Kemanusiaan masa depan= future humanity
“The future is already here,” demikian perkataan dari penulis Amerika, William Gibson. Tidak hanya sekadar alat yang memberikan kemudahan bagi manusia, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keberadaan manusia, bahkan kehadiran Artificial Intelligence, Virtual Reality, dan Metaverse telah meredefinisi makna keberadaan manusia, relasi dengan Allah maupun sesamanya. Sejalan dengan kemajuan teknologi tersebut, keinginan manusia untuk “menjadi seperti Allah” semakin memuncak. Manusia merasa berhak menentukan desain kehidupan seksualitasnya sendiri, menutup diri terhadap yang berbeda, dan melakukan eksploitasi alam secara destruktif.
| 250200325 | 261.56 BAR k | Z. HANDIMAN | Available |
No other version available